Biztrip to US (Visa Application)


Dapat visa amerika 5 tahun :)

Kalo dipikir-pikir, hidup ini kenapa banyak dramanya ya? Wkwk.

Drama ini juga ga terlepas dari proses business trip yang insyaAllah akan gw jalanin bulan depan.

Atasan gw yang sekarang, sebut saja namanya Tanaka (tapi biasanya gw panggil dengan “Tanaka-san” krn dia orang Jepang), sejak awal merekrut gw di Januari 2021 jadi manpower support di organisasinya yang baru di Thailand, beliau pernah berjanji untuk mengajak gw biztrip ke Amerika.

Gw yang selalu dijanjiin hal ini dari orang2 terdahulu merasa biasa saja karena semua berakhir dengan PHP. Yang malesnya gw bahkan pernah gembor2 ke keluarga dan sahabat2 gw kalau gw bakal ke Amerika, eh ternyata gak jadi berangkat. Kan gw malu dan kzl. Wkwk.

Makanya saat gw dijanjiin ini lagi, respon gw hanyalah

“Thank you”

Bulan Agustus 2022 lalu, kantor gw udah sibuk tuh ngelist nama2 karyawan yang akan diikutkan biztrip ke US. Ya seperti biasa, nama gw lagi-lagi ga ada di list tersebut. Apakah gw kecewa? Tentu tidak. Seperti yang gw bilang sebelumnya, gw ga berekspektasi apa2 akan janji2 sebelumnya.

Hingga akhirnya, tiba-tiba gw di BCC-in email percakapan boss gw di Thailand bersama orang2 kantor gw di Cilegon yang isinya meminta nama gw dimasukin ke list peserta dan semua biaya biztrip akan ditanggung oleh kantor boss gw di Thailand. Woah. Is this real???

Sebagai informasi, walaupun gw kerja di Cilegon, tapi sejatinya kerjaaan gw diturunkan langsung dari boss gw di Thailand. 100% kerjaan gw hanya untuk beliau. Plant Director gw yang di Cilegon juga udah menjelaskan ke atasan gw “Andi jangan dikasi kerjaan tambahan dari sini. Kerjaan dia 100% untuk AGC SEA”

Besoknya, atasan gw yang di kantor Cilegon udah pada sibuk mempersiapkan form pengajuan biztrip gw agar disetujui oleh petinggi2 kantor. Begitu disetujui, langsung deh ngurus-ngurus berkas yang harus dibawa untuk kelancaran biztrip gw.

 

Pembuatan VISA

Dimulai dari mengurus visa. Seperti yang diketahui, mengurus visa ini agak membuat deg2an. Apalagi visa amerika yang udah jelas-jelas susah banget dapetnya.

Gw banyak dapat info dari blog2 orang dan ikut forum di facebook untuk baca2 pengalaman orang-orang dalam membuat visa US. Mungkin agak kuno, tapi sejujurnya gw tiap hari selalu buka facebook karena banyak informasi seputar jalan2 keluar negeri di sana yang gak gw dapetin di tempat lain.

Setelah gw rangkum semua yang gw baca, kayaknya hal yang paling mempengaruhi dapat atau tidaknya visa adalah hasil wawancara.

Akhirnya gw latihan sendiri layaknya orang yang sedang diwawancarai. Daftar pertanyaannya kayaknya hampir sama semua orang.

Belajar dari pengalaman teman-teman gw sebelumnya yang pernah gagal dapat visa amerika, gw akhirnya berusaha lebih giat lagi latihan interviewnya. Dari gossip yang beredar, teman2 gw gagal mendapatkan visa yaitu karena mereka masih single. Kenapa orang single kemungkinan besar bakal gagal untuk mendapat visa? Karena mereka berpikir orang single lebih rentan menjadi pekerja illegal saat udah sampai di Amerika.

Untuk mencegah gagalnya pembuatan visa ini, gw juga konsultasi ke atasan gw di kantor yang sudah pernah mendapatkan visa. Tau apa yang disaranin atasan gw di Cilegon?

“Mending kamu nikah dulu Ndi sebelum wawancara. Masih ada waktu kan?”

Sumpah gw kaget banget sama saran beliau. Wkwk. Emang masih ada waktu sih. Gw dapat slot wawancaranya Bulan Oktober 2022, sedangkan saat itu masih bulan Agustus 2022.

Atasan gw yang di Thailand udah nanyain mulu gimana hasil visa gw. FYI boss gw yang di Thailand adalah orang Jepang. Tau sendirilah ya passport jepang kuat banget. Kemana-mana ga perlu pake visa kayak paspor orang Indo. Gw jawab “not yet. I got an interview slot in October”.

 

Interview VISA

Hari-hari yang ditunggu pun tiba. Gw harusnya berangkat dari mess (Anyer) menuju ke Kedutaan Besar Amerika jam 5 subuh. Tapi driver kantor gw telat bangun dong. Akhirnya gw baru jalan jam 6. Agak kesel sih awalnya. Ga kebayang gimana jadinya kalau gw telat interview dan gagal dapat visa karena kesalahan driver kantor? Kayaknya bakal jadi dendam seumur hidup. Wkwk

 

Telat bangun + ban bocor. Kombo apes.

Untungnya gw tiba di Kedubes Amerika tepat waktu. Semua berkas gw udah diatur sama Agent visa dari kantor. Jadi gw beneran tinggal siap-siap untuk wawancara aja.

Penjagaan di kedubes Amerika sangat ketat. Semua barang yang gw bawa dititip ke penitipan. Ga boleh bawa barang elektronik sama sekali. Cuma bawa dokumen yang diperlukan aja.

Sebelum tiba giliran gw diwawancara, gw bisa ngeliat dan mendengar orang2 yang sebelumnya diwawancara karena wawancaranya open space gitu. Setelah wawancara, biasanya mereka bakal dapat kertas dengan berbagai warna. Kertas merah artinya gagal, kertas kuning/hijau berarti ada berkas yang harus dilengkap, kertas putih artinya lulus.

Ada 4 pewawancara saat itu. Semuanya bule. Tapi bulenya ada yang bisa bahasa indonesia. Jadi kalau ada yang mau wawancara tapi ga bisa bahasa inggris, ya gpp. Soalnya pewawancaranya ada yang ngerti bahasa indo.

Gw berdiri menunggu giliran wawancara. Gw liatin banyak juga yang dapat kertas merah. Pertanyaan-pertanyaanya juga ada yang spesifik. Gw sempat denger salah satu orang yang lagi diwawancara. Beliau mau ke Amerika untuk mengikuti audisi America’s Got Talent. Sayang beliau dikasi kertas merah alias gagal karena jawabannya ga meyakinkan.

Akhirnya giliran gw tiba. Gw diwawancarai bule muda cowok. Sebelum dia mewawancarai gw, dia udah ngasi 2 kertas merah berturut2 ke orang sebelum gw. Jujur gw agak takut karena hasil wawancara murni dari keputusan otoritas si pewawancara saat itu.

cuma bisa foto dari luar

 

Bule: “Hi Good Morning”

Gw: “Good morning” jawab gw sambil senyum. Dari yang gw baca-baca, senyum dan positive vibe adalah kunci utama lulus wawancara.

Bule: “Your passport please”

Gw pun ngasi passport gw. Dia sibuk ngetik2 dan ngecek passport gw

Bule: “Your old passport please”

Gw senang dia nanyain paspor lama gw. Karena paspor lama gw banyak cap2 visa negara lain yang membuat peluang gw lulus wawancara jadi makin besar.

Bule: “So, What’s the purpose you going to the US?”

Gw: “to join the conference in Houston, Texas”

Bule: "are you going alone?"

Gw: "no. I'm going with my colleague... total 7 people. 3 Japanese, 4 Indonesian"

Bule: “Where do you work?”

Gw: “at PT. Axxxxxxxx  in Cilegon, Banten”

Bule: “What company is it?”

GW: “It is a chemical company, that produces Caustic and PVC”

Bule: “So, who will pay for your trip?

Gw: “My company will cover all my expenses.

Bule: “are you single?”

Astaga. Pertanyaan yg gw takutin akhirnya keluar. Tapi tentunya gw udah menyiapkan jawaban dari pertanyaan maut ini.

Gw: “yes. But I’m planning to get married next year” jawab gw sambil ketawa nyengir

Bule: “oh really? I thought you were single cause has something like abnormal or disorder, no?” Tanya dia sambil ngakak.

Ya Allah nih bule kocak banget.

Gw: “HAHA. No”

Bule: “Enjoy your trip!” kata si bule sambil ngasi kertas putih alias gw lulus dong…

Gw: “ahh... thank you” jawab gw sambil terharu.

 

si kertas putih idaman semua orang :)

Jujur. Itu momen terindah gw sejauh ini.

Ga nyangka akhirnya gw bisa lulus wawancara visa amerika sebelum menikah! Wkwk

3 hari kemudian gw dapat email dan sms yang menyatakan bahwa visa gw udah jadi.

Alhamdulillah.

US… I’m coming!!!!!!! 

 

"Yeah, we were born to be aloneBut why we still looking for love?" - Blackpink

I'M BACK (again)


difotoin sama temen mess. padahal baru bangun tidur siang. :)

This is my first post in almost a year since my last post in 2020. To be honest, I'm still writing in my journal, but I don't post it here. Why? the reason is because last year my blog became so mainstream. It used to be personal, then it seems like almost everyone knows my blog. Yeah, I know it was my fault.

In August 2020 I posted a job vacancy on my blog. The traffic was really good, and then I realized it. OH, GOD! Many of my friends at work know my personal story because of that "job vacancy" post.

It started in the pantry at the office. One of the managers from another department opened a conversation with me.

"Andi, is that your blog?"

"Which blog, Pak?" I asked confused.

"That's the one who posted the job vacancies. How come on your blog huh?”

I don't know how to answer the question. I just smiled and left him with a cup of coffee in my hand.

After that conversation, I decided to archive the “job vacancy" post and deactivated my blog for a month. I even change my blog name. Alhamdulillah, after that, the number of visitors to my blog decreased drastically from 50 visitors/day to almost 0 visitor/day for approximately 6 months. HAHA.

I was a bit surprised that the trick worked. I don't need to delete my blog, just rename it. VOILA! Everything's gone. Now, they can't even search my blog on google. HAHA. Therefore, from now on I will regularly post my writings on this blog.

Please wait! I have many stories to share with you all!  

PS: not to all. wkwk

 

“If you sound fire alarm, ‘sympathizers’ will respond; some with fire extinguishers, others with fire enablers. Don’t make personal problems public affair.” Vincent Okay Nwachukwu

 


 

PHK – C19



Akhir-akhir ini mulai diingatkan oleh sesuatu tentang betapa pentingnya rasa bersyukur. Apalagi mengingat adanya pandemi COVID-19 ini, rasa beryukur itu semakin meningkat. Beberapa hari yang lalu, saat udah mau memejamkan mata untuk tidur tiba-tiba muncul chat dari sepupu tersayang gw. Isinya

“Bang. Ega di-phk”

Awalnya gw bingung mau ngerespon apa. Gw malah jadi keingat momen tahun lalu. Betapa bahagianya dia saat pertama kali dapat pekerjaan ini. Ga Cuma dia sih yang bahagia, tetapi 1 keluarga juga bahagia mengingat dia adalah satu-satunya cew di keluarga gw yang berhasil mendapat pekerjaan yang layak.

Chat kami berlanjut. Saat itu gw coba nenangin dia dengan kata mutiara 

“Tenang aja. Rezeki udah ada yang ngatur”. 

Emang terkesan toxic positivity sih. Tapi ya mau gimana lagi. Kayaknya itu emang satu2nya kalimat yang bisa nenangin semua orang di saat2 pandemi ini.

Bagaimana dengan gw?

Jujur. Awalnya gw agak mengeluh dengan pandemi ini. Gw ga bisa mudik, ga bisa puasa dan lebaran bareng keluarga, gak bisa jalan2 lagi seperti biasanya. Gw beneran misuh2 sendiri. Tapi melihat keadaaan sekitar gw bener2 harus berpikir ulang lagi.

Alhamdulillah gw masih dikasi kesehatan. Alhamdulillah juga pekerjaan gw ga berdampak dengan pandemi ini.

Tanpa mengurangi rasa empati dan simpati, yuk bersyukur terus atas nikmat Tuhan mulai dari sekarang!

"It's not happiness that brings us gratitude. It's gratitude that brings us happiness." - Unknown

February 2019: Trip to Yogyakarta


Tebak ini jogja bagian mana? 

Jadi ceritanya gw dan temen satu departemen gw, sebut aja namanya “pipin” lagi pengen jalan2 ke luar kota. Tahun lalu kita berdua + mba upi uda pernah jalan bareng ke Singapore & Malaysia. Nah, niatnya trip kali ini juga mau ngajak mba upi lagi. Tapi sayang, mba upi udah ada rencana jalan2 ke Malang bareng teman2nya di waktu yang sama.

Sebenarnya agak bingung juga kalo jalan2 berdua. Apalagi cow cew gini. Walaupun kita temen deket, tetap aja bahaya kalo trip bareng. Lagian pasti ga dibolehin sama orang tuanya pipin. Hahhaa. Sebenarnya ortunya uda kenal gw, ya tapi tetep aja kan. Gw juga kalo jadi orang tuanya pipin gak akan mau ngizinin jalan keluar kota sama lelaki yang bukan muhrimnya. MASYAALLAH.

foto sama pipin. Udah kayak orang pacaran, belum?

Biar rencana jalan2 ini menjadi kenyaataan, akhirnya salah satu sahabat pipin “nonon” join ke trip kali ini. Dan pipin pun mendapat izin untuk trip ke jogja. YEAY!!! FYI, gw terakhir ke jogja juga sama 2 sahabat cew gw kok. Wkwkw.ALHAMDULILLAH mereka terbukti aman2 aja sampai sekarang. wkkw.

desir pasir di padang tandus. eaaaa


Setelah beli tiket PP CGK-JOGJA, kami pun mulai nge-list daftar2 tempat yang kami kunjungi. Ya ada banyak banget list yang ingin dituju dari 3 kepala ini. Sampai akhirnya.... di tengah2 menyusun itin, mba upi membawa kabar baik kalo dia juga ikut trip ini. Sahabatnya mba upi yang bernama ‘Hera’ juga ikut. Jadi totalnya ada 5 orang. 4 cew + gw. 

baru di airport kebrangkatan aja ud memproduksi 100-an foto. Haha

Gw si santai2 aja sebenarnya, ga tau deh dengan mereka. Wkwk. Mba upi dan hera pun langsung beli tiket pesawat. Sayang aja, tiket pulang mereka beda maskapai dengan gw,pipin, dan nonon.


di malioboro pake kamera kece. hahaha   

Hal yang paling membahagiakan selama disana sebenarnya adalah ada salah satu keluarga Hera yang bersedia menjadi tour guide selama di jogja dengan biaya seikhlasnya. Jujur, setelah gw pulang dari jogja gw merasa menyesal ngebayar dengan biaya rendah karena fasilitas dan service yang dikasi ok banget sih. huhuhu. Maapkeun kami.

Kami berangkat dari cilegon naik damri. Saat itu mba upi dan hera dianter sama orangtua mereka. Orang tua mba upi juga uda kenal sama gw. Jadinya ga ada masalah. Pipin dan nonon menunggu di Serang. Kami naik pesawat malam yang murah. Hahha.

yeay. foto berlima!
gw masih bingung kenapa nonon sering bgt megang gw kalo lagi foto :(

Begitu nyampe di jogja, kami dijemput sama saudaranya Hera pake mobil. Dan disana dia ngasi saran rute2 yang bagusnya kita lewati agar tempat wisata yang kita pengenin bisa dikunjungi semua.

menuju puncak.. gemilang cahaya...

Hari pertama lancar, hari kedua lancar, hari ketiga agak gak lancar. Soalnya ternyata pesawat gw, pipin, dan nonon delay sampai sore, sehingga mba upi dan hera harus ke airport duluan. Sedangkan kami ber3 masih bisa mengelilingi jogja di pagi hari. Wkwkw.

Forever youngggg. Eaaaa

Sampai di sini sebenarnya ceritanya masih ok2 aja si. Sampai pulang juga masih ok.. masih share2 foto di grup WA. Tapi ada satu hal yang gw bingungin. Tiba2 salah satu dari mereka menjauh dari gw setelah liburan di jogja ini. Gw sebenarnya bingung juga salah gw apa. Apa mungkin ada perbuatan atau kesalahan kata2 gw selama disana? Gw ga berani nanya langsung si. Kalau kata Siti Nurhaliza, biarlah menjadi rahsia. Tapi kalo emang gw ada salah, tolong dimaafkan.


Dimana lagi ini kalau bukan di .... merapi! wkwk


Btw, trip ke jogja ini salah satu trip gw yang memuaskan karena temen2 trip gw pada asik  dan pada ngerti pegang kamera semua. Wkwk. AlLHAMDULILLAH.

gw uda kayak nicholas saputra di AADC2 blum?

“I have found out that there ain’t no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them.” – Mark Twain